Pertimbangan Bank dalam Memberikan Pinjaman Kredit

ratih | Rabu, 19 September 2012

Sebelum bank menyetujui pengajuan kredit Anda, bank atau lembaga pembiyaan akan terlebih dahulu menilai layak tidaknya Anda menerima pinjaman ini. Layak atau tidaknya Anda menerima pinjaman dari bank ditentukan dari 4 pertimbangan berikut ini, yaitu:

Kemampuan bayar debitur

Ini merupakan pertimbangan utama, karena bank tentunya mengharapkan kredit yang diberikan dapat berjalan lancar dan tidak berhenti di tengah jalan. Bank menilai kemampuan debitur dengan melihat pola konsumsi debitur melalui mutasi rekening. Dari sini bank akan dapat melihat besaran pendapatan dan pengeluaran debitur. Bank juga akan mengecek histori kredit, status kredit debitur melalui pusat data Bank Indonesia. 

Biasanya, bank menetapkan rasio hutang terhadap pendapatan atau debt burden ratio sebesar maksimal 1/3. Yakni, total rasio cicilan perbulan debitur tidak boleh lebih dari 1/3 bagian pendapatan debitur setiap bulannya.

Kredibilitas

Kreditbilitas dinilai berdasarkan track record atau sejarah kredit calon debitur yang dapat dilihat melalui pusat data Bank Indonesia. Dari sini bank bisa melihat status dan histori pembayaran kredit si calon debitur. Jika ternyata calon debitur tercatat memiliki kredit macet atau menunda pembayaran kredit, maka bank bisa menolak permintaan kreditnya.

Jaminan/Agunan

Nilai agunan ditentukan oleh petugas bank atau petugas appraisal yang ditunjuk. Nilai agunan, rumah/bangunan misalnya, ditentukan berdasarkan kelangkapan persyaratan administrasi sertifikat, kualitas bangunan, lokasi, dan sebagainya. 

Uang Muka (DP)

Dp atau uang muka diperlukan bank sebagai ikatan awal dengan debitur. Diharapkan, dengan telah membayar DP ini, calon debitur akan memiliki tanggung jawab dan akan berusaha lebih keras dalam membayar cicilan kredit sehingga tidak menjadi kredit macet. Uang muka juga menjadi buffer atau penyangga bagi bank bila terjadi kredit macet.

sumber: majalah wirausaha & keuangan



comments powered by Disqus