Bulan Depan, Aturan DP KPR Rumah Kedua Diberlakukan

ratih | Senin, 16 September 2013

KPR — Perluasan aturan rasio pinjaman atau loan to value (LTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) akan segera akan dirampungkan oleh Bank Indonesia (BI) pada bulan Oktober mendatang.

Sebelumnya, BI berencana untuk menurunkan besaran kredit yang boleh diberikan oleh bank untuk nasabah kredit rumah dan apartemen menjadi 50% hingga 60%. Hal ini dikarenakan aturan sebelumnya yang mengatur uang muka minimal untuk KPR sebesar 30%, dinilai tidak dapat membendung kenaikan permintaan dan harga rumah. Terutama untuk rumah tipe 20m2 hingga 70m2 dan diatas 70m2.

Aturan LTV KPR rumah kedua

Dikutip pada laman Keuangan Kontan, Halim Alamsyah, Deputi Gubernur BI, mengatakan tetap akan ada perbedaan antara aturan uang muka untuk rumah pertama dengan rumah kedua dan selanjutnya. Besaran LTV yang berlaku untuk rumah pertama adalah sebesar 70%.

Nantinya, mulai bulan depan, bank sentral akan memberlakukan aturan LTV untuk rumah kedua dan apartemen, serempak untuk semua perbankan di tanah air. Aturan ini tidak termasuk rumah toko (ruko).

Dengan diberlakukannya aturan ini, besaran LTV untuk rumah kedua dengan tipe di atas 70m2 akan menjadi 60%. Untuk rumah ketiga dengan tipe di atas 70m2 menjadi 50%.

Untuk memuluskan aturan ini, BI mengharuskan perbankan untuk mengetahui data nasabahnya, apakah termasuk KPR untuk rumah pertama, kedua atau seterusnya.

Aturan ini juga akan mengatur kepemilikan rumah milik suami dan istri. Berdasarkan aturan ini, suami dan istri dianggap sebagai satu debitur. Suami dan istri bisa dianggap sebagai debitur yang terpisah bila memiliki perjanjanjian pisah harta.  (raw)

 

Sumber: Keuangan Kontan



comments powered by Disqus